
KLATEN (JARINGAN ARWIRA MEDIA GROUP)– Suasana duka menyelimuti Kantor Kelurahan Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan, Klatenn setelah salah satu stafnya, Bapak Widada Prihantara, SE., MM, berpulang pada Rabu Legi, 10 Desember 2025. Almarhum wafat pada usia 45 tahun di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, tempat beliau mendapat perawatan intensif sebelum menghembuskan napas terakhir.
Kabar tersebut mengejutkan banyak pihak, terutama rekan kerja, sahabat, serta teman-teman alumni yang selama ini berkomunikasi intens dengan almarhum. Dalam keseharian, Widada dikenal sebagai pribadi yang ramah, tenang, tekun bekerja, dan selalu siap membantu siapa pun yang membutuhkan. Dedikasinya dalam menjalankan tugas sebagai staf kelurahan juga selama ini memperoleh apresiasi dari warga yang merasa terbantu oleh pelayanannya.
Jenazah rencananya dimakamkan pada Kamis Pahing, 11 Desember 2025 pukul 10.00 WIB, bertempat di Makam Tirogo, Dukuh Tukuman, Plosowangi, Cawas.
Ungkapan belasungkawa berdatangan dari berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat, rekan kerja, dan teman-teman alumni. Salah satu ucapan duka disampaikan oleh Eko Wiratno, Ketua Alumni MM AUB Angkatan 2013, yang mengaku sangat kehilangan sahabat dan rekan seperjuangannya tersebut.
“Kami, keluarga besar alumni, turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Widada Prihantara. Beliau adalah pribadi yang selalu kami kenang karena ketulusan dan perhatiannya terhadap banyak orang. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Eko Wiratno.
Eko Wiratno juga mengungkapkan rasa terkejutnya, karena beberapa hari sebelum almarhum wafat, mereka masih berkomunikasi melalui pesan WhatsApp.
“Saya kaget sekali, karena Ahad kemarin almarhum masih mengirim dua pesan kepada saya, dan Senin kemarin kembali menghubungi sekali. Tidak menyangka bahwa itu merupakan komunikasi terakhir di antara kami,” ungkapnya.
Bagi Eko Wiratno dan teman-teman alumni lainnya, Widada bukan hanya rekan belajar, tetapi juga sahabat yang ringan tangan dan sering memberikan semangat ketika ada anggota kelompok yang menghadapi kesulitan.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang kini harus melanjutkan kehidupan tanpa kehadiran seorang suami dan ayah yang menjadi teladan. Dukungan dan doa dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk memberikan kekuatan bagi keluarga dalam menjalani masa berkabung ini.
Warga Gayamprit dan Plosowangi, menyampaikan doa terbaik bagi almarhum. Semoga segala amal baiknya diterima, segala kesalahan diampuni, serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Semoga almarhum Bapak Widada Prihantara, SE., MM husnul khatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni segala dosa dan khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan lahir batin.
Kepergian beliau meninggalkan teladan pengabdian yang akan selalu dikenang oleh masyarakat dan rekan kerjanya.(**)
Related Posts

Hadir di Puncak Hari Desa Nasional, Rektor UBY Dr Nanik Sutarni Tegaskan Peran Strategis Perguruan Tinggi

Boyolali 2026: Ketika Hari Desa Nasional Berisiko Menjadi Panggung Seremonial Oleh: Eko Wiratno, Pendiri Sekolah Manajemen BUM Desa 17 Klaten

Harga Emas Antam Pecahkan Rekor Tertinggi 2026, Investor Panen Cuan Fantastis, 1000 gram Setahun Cuan Rp.881.474.980;

VISI & MISI JARINGAN ARWIRA MEDIA GROUP

Piknik Sehari Klaten – Blitar dengan KA : 18 Jam Menyusuri Kota Sejarah, Ibadah, dan Wisata Jalan Kaki

No Responses