
KUDUS(Jaringan Arwira Media Group)– Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia tahun 2025 diwarnai dengan berbagai kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya adalah Lomba Menanam dalam rangka ketahanan pangan yang digelar di tingkat RW 06 Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari seluruh RT yang ada di lingkungan RW 06. Para peserta tidak hanya berkompetisi dalam hal kreativitas dan kerapian menanam, namun juga menekankan pada aspek keberlanjutan serta manfaat hasil tanam bagi masyarakat sekitar.
Dari hasil penilaian panitia, RT 04 berhasil meraih Juara 1 berkat kerapian, inovasi, serta keberhasilan mengelola lahan tanam dengan baik. Disusul oleh RT 06 sebagai Juara 2 dan RT 05 sebagai Juara 3. Sementara itu, Harapan 1 diraih RT 10 dan Harapan 2 diraih RT 02.
Ketua Panitia Lomba menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar lomba, melainkan juga bentuk nyata dukungan masyarakat terhadap program ketahanan pangan.
“Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi warga untuk terus menanam dan memanfaatkan lahan pekarangan. Dengan demikian, selain memperindah lingkungan, juga bisa mendukung ketersediaan pangan keluarga,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari setiap RT yang bersemangat menampilkan hasil karya tanamannya. Warga menyampaikan rasa senang bisa ikut serta dalam lomba ini. Bagi mereka, kegiatan semacam ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah kebersamaan dan gotong royong antarwarga.
“Setiap RT sangat senang mengikuti lomba ini. Harapan kami, kegiatan semacam ini bisa rutin digelar setiap tahun agar semakin banyak manfaat yang dirasakan masyarakat,” ungkap salah satu perwakilan warga.
Lomba menanam dalam rangka ketahanan pangan ini pun diharapkan dapat menjadi agenda tahunan RW 06. Selain sebagai bagian dari perayaan HUT RI, kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah kecil namun nyata dalam membangun kesadaran pentingnya kemandirian pangan mulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan masyarakat desa.(**)
Related Posts

Tarawih Keliling 1447 H: Menghidupkan Masjid, Menguatkan Ukhuwah

Hadir di Puncak Hari Desa Nasional, Rektor UBY Dr Nanik Sutarni Tegaskan Peran Strategis Perguruan Tinggi

Boyolali 2026: Ketika Hari Desa Nasional Berisiko Menjadi Panggung Seremonial Oleh: Eko Wiratno, Pendiri Sekolah Manajemen BUM Desa 17 Klaten

Harga Emas Antam Pecahkan Rekor Tertinggi 2026, Investor Panen Cuan Fantastis, 1000 gram Setahun Cuan Rp.881.474.980;

VISI & MISI JARINGAN ARWIRA MEDIA GROUP


No Responses