
BOYOLALI (Jaringan Arwira Media Group)-Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (02/01/2026). Agenda ini difokuskan pada pemantauan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta stabilitas harga pangan bagi masyarakat, khususnya pada periode pascalibur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Rombongan disambut jajaran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan setempat, termasuk Bupati Boyolali Agus Irawan, anggota DPR RI M.Hatta , serta kepala perangkat daerah yang membidangi pangan, perdagangan, koperasi, dan ketenagakerjaan. Kunjungan diawali dengan pelaksanaan Salat Jumat berjamaah di Masjid Agung Boyolali, dilanjutkan ramah tamah dan makan siang di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali.
Usai agenda, Menko Pangan dan Mendag menuju Graha Amarta di Universitas Boyolali untuk bertemu masyarakat. Rombongan disambut hangat oleh Rektor Universitas Boyolali, Dr. Nanik Sutarni. Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan menyerahkan bantuan sosial berupa beras lima kilogram dan uang tunai kepada sekitar 300 warga penerima manfaat.
“Pemerintah terus memastikan pasokan bahan pangan, terutama beras, dalam kondisi aman dan harga tetap terjangkau. Bantuan ini diharapkan meringankan beban masyarakat sekaligus menegaskan kehadiran negara dalam menjaga ketahanan pangan,” ujar Zulkifli Hasan. Ia menambahkan, upaya pengamanan pasokan dan harga dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.
Di sela-sela kegiatan, Rektor Universitas Boyolali Dr Nanik Sutarni menyampaikan bahwa kampus yang dipimpinnya merupakan satu-satunya universitas yang ada di Kabupaten Boyolali—yang dikenal sebagai “kota susu”—dan selama ini memperoleh dukungan kuat dari pemerintah daerah serta masyarakat. Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk penguatan sumber daya manusia dan pengembangan daerah berbasis potensi lokal.
Rangkaian kunjungan berlanjut ke PT So Good Food Dairy, anak usaha PT Japfa Food Indonesia, yang berlokasi di Kecamatan Teras. Manajemen perusahaan memaparkan peran industri dalam menopang ekosistem pangan nasional, mulai dari pengolahan susu peternak lokal hingga kontribusi pada pemenuhan gizi dan agenda swasembada pangan. Japfa juga menegaskan komitmen pada pengembangan sumber daya manusia, pendampingan petani dan peternak rakyat, kontribusi sosial, serta peningkatan ekspor.
Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan arahan Presiden bahwa pemerintah tidak mengenal libur dalam urusan pangan. Ia memastikan stok pangan nasional berada dalam kondisi aman dan harga relatif stabil selama periode Natal dan Tahun Baru, bahkan cenderung menurun di sejumlah daerah. Menko Pangan turut mengapresiasi peran dunia usaha, termasuk Japfa, yang dinilai strategis dalam memperkuat swasembada pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Kunjungan kerja ini diharapkan memperkuat koordinasi pusat–daerah serta kemitraan pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga ketahanan pangan yang berkelanjutan, khususnya di daerah sentra produksi seperti Boyolali.(**)
Related Posts

Ariya Konsultan Hadirkan Pendampingan Akademik Profesional untuk Skripsi hingga Disertasi

ALUR KOLABORASI BUKU BERSAMA PENERBIT Lakeisha Group WA 081 567 898 354

Produktif Tanpa Ribet! Ada Puluhan Judul Kolaborasi Buku Peternakan Bareng Penerbit Lakeisha Group, Investasi Cuma Rp 225K

Royalti, ISBN, HKI? Bisa! Kolaborasi Buku Bareng Penerbit Lakeisha Group 2026, Hubungi WA 081 567 898 354 Investasi Hanya Rp. 225K

Buku Ajar atau Monograf? Eko Wiratno (EWRC Indonesia) Kupas Pedoman Menulis Buku Ilmiah Dosen agar Diakui BKD



No Responses