Keren! KKN Universitas Boyolali Kelompok 14 Bagikan 500 Gelas Susu Gratis Lewat Program “One Day One Glass” untuk Cegah Stunting

Boyolali(JARINGAN ARWIRA MEDIA GROUP)- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun(HUT) ke-80 Republik Indonesia, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Boyolali(UBY) kelompok 14 menggelar program sosial bertajuk “One Day One Glass” di Dukuh Ketoyan, Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Program ini berhasil menyedot perhatian masyarakat dengan membagikan 500 gelas susu gratis sebagai langkah nyata pencegahan stunting sekaligus ajakan membangun pola hidup sehat.

Boyolali dikenal luas sebagai sentra penghasil susu sapi terbesar di Jawa Tengah. Mengangkat susu sebagai ikon, mahasiswa KKN ingin menunjukkan bahwa potensi lokal tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga dapat menjadi solusi konkret dalam peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat.

Ketua Tim KKN kelompok 14 Rangga Ryo Mahendra menegaskan bahwa susu adalah simbol sekaligus identitas daerah.

“Susu adalah ikon Boyolali. Kami ingin memanfaatkannya bukan hanya sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. One Day One Glass adalah ajakan sederhana: membiasakan masyarakat desa minum susu setiap hari demi generasi yang lebih sehat, kuat, dan cerdas,” ujarnya.

Kegiatan ini digelar di lapangan terbuka, bertepatan dengan titik akhir gerak jalan sehat warga desa. Suasana penuh semangat terlihat dari anak-anak yang riang menunggu giliran menerima segelas susu, hingga orang tua dan lansia yang ikut serta dengan wajah sumringah.

IKUTI : https://www.instagram.com/reel/DNORTJcuIBb/?igsh=ZzZtNjdxemU2NDFp

Selain pembagian susu, mahasiswa juga memberikan edukasi gizi secara sederhana namun bermakna. Warga diajak memahami manfaat kalsium untuk tulang dan gigi, protein untuk pertumbuhan, hingga vitamin dan mineral penting untuk perkembangan otak dan daya tahan tubuh.

Kepala Desa Ketoyan, Wakidatun, memberikan apresiasi mendalam sekaligus menyampaikan pesan elegan untuk warganya.

“Kami merasa bangga dan berterima kasih atas inisiatif mahasiswa Universitas Boyolali. Program One Day One Glass tidak hanya menghadirkan susu bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan harapan. Harapan akan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing. Kami berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bersama bahwa membangun desa bisa dimulai dari hal sederhana, namun penuh makna,” ungkapnya.

Rangga Ryo Mahendra, mengaku terharu dengan semangat mahasiswa dan antusiasme warga.

“Saya sangat terharu. Melihat anak-anak senang menerima susu membuat saya yakin kegiatan ini akan memberi dampak positif,” ujarnya.

Sekretaris Tim KKN Kelompok 14 Ifroh Dini Muttasyamah, menambahkan rasa bangganya.

“Acara ini sukses besar, dan ini membuktikan sinergi mahasiswa dan masyarakat bisa menciptakan kegiatan positif,” katanya.

Bendahara KKN, Hanggarwati Kusuma, juga merasa senang.

“Kami senang sekali karena program ini benar-benar bermanfaat,” imbuhnya.

Program ini sukses berkat arahan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni Muhammad Aditya Y, SE, MM dan Sri Hartini, S.Ikom, M.IKom. Keduanya menjadi faktor penting yang mendorong mahasiswa untuk aktif, kreatif, dan mampu mengelola kegiatan dengan baik.

Total ada 16 mahasiswa KKN yang terlibat, berasal dari berbagai jurusan: Peternakan, Agroteknologi, Teknologi Informasi (TI), Ilmu Komunikasi (Ilkom), Manajemen, Akuntansi, hingga Ilmu Hukum. Keberagaman latar belakang ini memperkaya ide, strategi, dan pendekatan dalam pelaksanaan program.

Menurut data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), stunting masih menjadi persoalan serius di banyak wilayah Indonesia. Anak-anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi keterlambatan pertumbuhan fisik, kesulitan belajar, hingga rendahnya produktivitas di masa depan.

Inisiatif mahasiswa Universitas Boyolali ini selaras dengan program pemerintah sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 2 (Tanpa Kelaparan) dan poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).

Meski hanya berlangsung sehari, gaung program One Day One Glass meninggalkan kesan mendalam bagi warga Desa Ketoyan. Program ini menjadi bukti nyata bahwa potensi lokal Boyolali bukan sekadar produk ekonomi, melainkan juga kunci penting dalam membangun generasi yang sehat, kuat, dan cerdas.

Dengan semangat sederhana – segelas susu setiap hari – Boyolali memberi teladan bahwa solusi global bisa berawal dari kekuatan lokal.(**)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply