Eko Wiratno(Pendiri EWRC Indonesia) : “Bukan Sekadar Target Bacaan, 1 Day 1 Juz adalah Jalan Hidup”Reviewed by infojatengon.This Is Article AboutEko Wiratno(Pendiri EWRC Indonesia) : “Bukan Sekadar Target Bacaan, 1 Day 1 Juz adalah Jalan Hidup”1 Day 1 Juz : Revolusi Spiritual di Tengah Bisingnya Dunia Di tengah derasnya arus hiburan digital dan riuhnya kesibukan dunia, ada satu gerakan yang pelan tapi pasti menggedor kesadaran umat: 1 Day 1 Juz. Jangan remehkan, satu hari satu juz bukan sekadar membaca lembaran mushaf. Ia adalah perlawanan sunyi terhadap zaman yang melalaikan, sekaligus […]
1 Day 1 Juz : Revolusi Spiritual di Tengah Bisingnya Dunia
Di tengah derasnya arus hiburan digital dan riuhnya kesibukan dunia, ada satu gerakan yang pelan tapi pasti menggedor kesadaran umat: 1 Day 1 Juz. Jangan remehkan, satu hari satu juz bukan sekadar membaca lembaran mushaf. Ia adalah perlawanan sunyi terhadap zaman yang melalaikan, sekaligus revolusi spiritual yang menuntut konsistensi.
Mari jujur, berapa banyak dari kita yang bisa menatap layar ponsel berjam-jam, tapi merasa berat membuka mushaf 30 menit saja? 1 Day 1 Juz menampar kebiasaan itu. Ia menuntut kita untuk berhenti sejenak dari riuh dunia, lalu menundukkan hati di hadapan kalam ilahi.
Bukan hanya tentang khatam sebulan sekali. Lebih dari itu, 1 Day 1 Juz adalah latihan disiplin, manajemen waktu, dan keberanian melawan rasa malas. Gerakan ini membuktikan: siapa pun bisa istiqamah bersama Al-Qur’an, asal ada niat dan kemauan.
Namun, ada bahaya laten di baliknya: menjadikan Al-Qur’an sekadar “target setoran”. Jika hanya mengejar kuantitas, ruhnya hilang. Padahal, ayat-ayat suci tidak diturunkan untuk diburu cepat, melainkan direnungi dalam-dalam. Membaca tanpa tadabbur ibarat menelan makanan tanpa merasakannya—kenyang, tapi hampa.
Maka, 1 Day 1 Juz seharusnya menjadi dua hal sekaligus: ibadah harian yang menjaga hubungan kita dengan Allah, dan momentum refleksi yang menyalakan cahaya hidup. Komunitas-komunitas yang lahir dari gerakan ini pun menegaskan satu hal: Al-Qur’an bisa kembali menjadi pusat peradaban, bukan hanya hiasan lemari kaca.
Jangan tunggu hidup terasa kosong baru mencari cahaya. Mulailah dengan satu juz sehari. Biarkan setiap ayat menampar ego, melembutkan hati, dan menuntun langkah. Karena pada akhirnya, dunia akan sibuk dengan gemerlapnya, tapi Al-Qur’anlah yang setia memberi arah.(**)
No Responses