KKN Universitas Boyolali kelompok 19 Desa Bandung Dorong Pertanian Berkelanjutan dengan Pupuk Cair dari Limbah Dapur

Boyolali (Jaringan Arwira Media Group) – Mahasiswa Kelompok 19 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Boyolali (UBY) tahun 2025 kembali menghadirkan inovasi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Bersama warga Desa Bandung, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, mereka menjalankan program pengelolaan limbah rumah tangga organik menjadi pakan ternak bernutrisi dan Pupuk Organik Cair (POC), pada Rabu(06/08/2025).

Program ini lahir dari keprihatinan terhadap banyaknya sampah organik rumah tangga—seperti sisa nasi, sayuran, hingga kulit buah—yang selama ini terbuang percuma dan justru mencemari lingkungan. Melalui pendekatan sederhana namun aplikatif, mahasiswa KKN memberikan pelatihan fermentasi sampah organik agar bisa diolah kembali menjadi sumber daya produktif.

Limbah Jadi Pakan Ternak dan Pupuk Cair

Sisa makanan yang masih layak dimanfaatkan difermentasi dengan teknik khusus, sehingga menghasilkan pakan bergizi dan aman untuk unggas. Dengan cara ini, warga dapat menghemat biaya pakan ternak sekaligus mengurangi volume sampah.

Sementara itu, limbah organik yang tidak digunakan sebagai pakan diolah lebih lanjut menjadi POC menggunakan larutan EM4. Pupuk ini terbukti mampu menyuburkan tanaman warga, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta mendukung pertanian ramah lingkungan.

Ketua kelompok penggerak program menyampaikan bahwa manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga.

“Dengan memanfaatkan limbah rumah tangga, kita bisa mengurangi pencemaran, menghemat biaya pakan, dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Hasilnya bisa langsung dirasakan oleh peternak dan petani di desa,” jelasnya.

Antusiasme Warga dan Mahasiswa

Kegiatan ini tidak hanya sekadar praktik lingkungan, tetapi juga membawa pengalaman baru bagi masyarakat. Arneta Aulia Cahyanti, salah satu anggota KKN, mengaku senang bisa turut serta.

“Saya merasa bangga bisa terlibat dalam kegiatan ini. Ada banyak ilmu baru yang kami bagikan dan ternyata disambut baik oleh warga,” katanya.

Hal serupa juga dirasakan Nanik, salah satu warga peserta pelatihan.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Awalnya tidak tahu cara memanfaatkan sisa dapur, sekarang bisa diolah jadi pakan maupun pupuk,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Ketua Tim KKN Desa Bandung, Renda Hilmawan, menambahkan bahwa antusiasme masyarakat menjadi kunci keberhasilan program.

“Warga sangat antusias. Itu membuat kami lebih semangat. Harapannya, apa yang sudah dipelajari dapat diterapkan terus setelah KKN berakhir,” ujar Renda.

Kolaborasi Lintas Prodi

Program ini dibimbing oleh dua dosen pembimbing lapangan (DPL), Dr. Adhiputro Pangarso, SH, MH dan Etty Sri Hertini, SP, M.Si. Kelompok 19 sendiri terdiri dari mahasiswa lintas program studi, mulai dari Peternakan, Teknik Informatika, Ilmu Komunikasi, Manajemen, Akuntansi, hingga Ilmu Hukum. Kolaborasi lintas keilmuan inilah yang membuat program berjalan komprehensif dan tepat sasaran.

KKN di Desa Bandung dimulai sejak 21 Juli 2025 dan akan berakhir pada 21 Agustus 2025. Selama satu bulan penuh, mahasiswa hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi sederhana namun berdampak besar bagi lingkungan.

Program olah limbah rumah tangga ini diharapkan tidak hanya berhenti di Desa Bandung. Mahasiswa dan warga optimis, konsep sederhana ini bisa direplikasi oleh desa-desa lain di Boyolali bahkan di daerah lain di Indonesia.(**)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply